Dalam dunia peternakan ayam, memilih pakan yang tepat adalah kunci keberhasilan. Meski semua ayam membutuhkan nutrisi dasar seperti protein, energi, vitamin, dan mineral, kebutuhan nutrisinya berbeda-beda tergantung tujuan pemeliharaan: daging, telur, atau estetika (hias). Kesalahan memilih pakan bisa menyebabkan pertumbuhan terhambat, produksi telur menurun, atau kualitas bulu dan bentuk ayam hias tidak optimal.
Artikel ini akan membahas perbedaan karakteristik dan formulasi pakan ayam pedaging, petelur, dan ayam hias. Dengan pemahaman ini, Anda bisa menentukan pakan terbaik untuk tujuan usaha atau hobi Anda.
1. Karakteristik dan Tujuan Pemeliharaan
Sebelum mengulas pakan, penting memahami apa yang membedakan ayam pedaging, petelur, dan ayam hias:
-
Ayam pedaging (broiler): Dibudidayakan terutama untuk diambil dagingnya dalam waktu relatif singkat. Karena itu, fokusnya pada pertumbuhan cepat, efisiensi pakan, dan pembentukan massa otot.
-
Ayam petelur (layer): Dipelihara agar menghasilkan telur secara rutin dan terus-menerus selama periode produksi. Penekanan pada kestabilan konsumsi pakan, produksi telur, dan kualitas cangkang.
-
Ayam hias (ornamental / kontes): Dibudidayakan untuk keindahan bulu, postur tubuh, warna, dan karakteristik khusus (misalnya suara, bentuk jengger). Produksi telur atau daging menjadi mayoritas bukan tujuan utama, tetapi tetap diperlukan nutrisi seimbang agar ayam tetap sehat.
Karena tujuan pemeliharaan berbeda, maka formulasi pakan juga harus disesuaikan agar memenuhi kebutuhan spesifik tiap jenis ayam.
2. Kebutuhan Nutrisi Utama yang Berbeda
Berikut ini perbedaan penting dalam komposisi nutrisi pakan ayam pedaging, petelur, dan hias:
| Nutrisi / Parameter | Ayam Pedaging | Ayam Petelur | Ayam Hias |
|---|---|---|---|
| Protein | Tinggi, untuk pertumbuhan otot cepat (biasanya 18-23 %) | Moderat, cukup untuk pemeliharaan dan produksi telur (misalnya 15-18 %) | Cukup tinggi tetapi tidak seagresif broiler — perlu asam amino lengkap agar bulu dan otot berkembang baik |
| Energi (karbohidrat & lemak) | Tinggi, agar ayam cepat tumbuh dan efisien memanfaatkan pakan | Cukup, agar ayam tetap produktif tanpa menaikkan berat badan berlebihan | Seimbang — cukup untuk aktivitas dan metabolisme normal ayam hias |
| Kalsium | Rendah (sekitar 0,8-1 %) karena ayam pedaging tidak memproduksi banyak telur | Tinggi (3-4 % atau lebih) agar cangkang telur kuat | Moderat hingga agak tinggi, tergantung apakah ayam hias juga dipanen telur atau sebagai ayam afkir — tetapi tak seintensif kebutuhan layer |
| Fosfor & Vitamin D | Cukup, mendukung pertumbuhan tulang | Lebih tinggi, membantu metabolisme kalsium & pembentukan cangkang | Seimbang agar bulu sehat dan metabolisme tubuh optimal |
| Mineral & mikronutrien lainnya | Harus lengkap agar pertumbuhan lancar | Harus lengkap terutama mineral yang berkaitan dengan reproduksi | Harus lengkap, termasuk elemen seperti Zn, Cu, Mn, serta aditif seperti pigmen atau bahan pendukung warna (untuk ayam hias) |
3. Bentuk & Fase Pakan
Bentuk Pakan
-
Pelet (pellet): Umumnya digunakan untuk ayam pedaging dan petelur karena lebih praktis, mudah ditakar, dan mengurangi seleksi pakan (ayam memilih bagian tertentu).
-
Crumble: Butiran kecil antara pelet dan tepung, cocok bagi anak ayam (starter) agar mudah ditelan.
-
Mash / tepung / mash halus: Lebih sering digunakan dalam pakan layer atau ayam hias agar ayam tidak dapat memilih bagian tertentu dari pakan (prevent feed selection).
Ayam hias sering diberi pakan dalam kombinasi bentuk: sebagian pelet atau crumble untuk nutrisi dasar, ditambah suplemen khusus untuk bulu, pigmen, dan vitamin tambahan.
Fase Pemberian Pakan
-
Ayam Pedaging: Umumnya dibagi dalam 3 fase: starter (0–14 hari), grower (15–28 hari), finisher (29 hari ke atas). Setiap fase memiliki kandungan protein dan energi yang disesuaikan untuk pertumbuhan yang optimal.
-
Ayam Petelur: Dibagi menjadi fase pullet (periode pertumbuhan hingga ayam siap bertelur) dan fase layer (setelah produksi telur dimulai). Kebutuhan kalsium dan mineral berubah signifikan ketika memasuki fase bertelur.
-
Ayam Hias: Tergantung usia dan tujuan (misalnya pertumbuhan, pemeliharaan, persiapan kontes). Fase pertumbuhan awal mungkin mengikuti pola seperti ayam pedaging kecil, kemudian dilanjutkan dengan pakan pemeliharaan plus suplemen untuk menjaga bulu, warna, dan kondisi tubuh.
4. Perbedaan dalam Praktik Pemakaian & Biaya
Efisiensi Pakan & FCR (Feed Conversion Ratio)
Ayam pedaging dirancang agar memiliki FCR yang rendah (artinya konsumsi pakan per unit pertambahan berat rendah). Artinya, pakan difokuskan untuk pertumbuhan daging secara optimal.
Ayam petelur mungkin memiliki FCR yang kurang agresif, karena sebagian nutrisi diarahkan ke produksi telur bukan pertumbuhan massa otot.
Ayam hias lebih mengutamakan kualitas (bulu, warna, bentuk) daripada pertumbuhan maksimal, sehingga efisiensi pakan bukan ukuran utama, tetapi keseimbangan nutrisi dan estetika menjadi penting.
Biaya & Komponen Pakan
-
Pakan ayam petelur umumnya lebih mahal dibandingkan pakan ayam pedaging karena kandungan kalsium dan mikronutrien yang lebih tinggi.
-
Pakan untuk ayam hias bisa lebih mahal lagi karena tambahan bahan khusus — pigmen, suplemen untuk bulu, vitamin khusus, atau aditif yang mendukung penampilan ayam. Contoh: Aurora 599 adalah pakan unggas hias yang diluncurkan oleh CPI untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bulu dan kesehatan ayam hias.
-
Dalam ayam hias, ada kemungkinan penggunaan bahan pakan “premium” atau “spesial” (misalnya tepung ikan, suplemen warna, probiotik) agar mutu bulu, warna, dan bentuk ayam bisa lebih maksimal.
Risiko & Kesalahan Pemakaian
-
Memberikan pakan ayam petelur (kalsium tinggi) kepada ayam pedaging bisa menimbulkan ketidakseimbangan mineral, bahkan mengganggu pertumbuhan.
-
Memberikan pakan pedaging untuk ayam petelur bisa mengakibatkan produksi telur menurun, kualitas cangkang lemah, dan ayam kekurangan kalsium.
-
Pada ayam hias, kesalahan formulasi pakan bisa menyebabkan bulu rusak, warna tidak keluar maksimal, atau gangguan kesehatan seperti keropos tulang atau sistem imunitas lemah.
5. Pakan Ayam Hias: Spesifik & Kombinasi
Karena ayam hias memiliki kebutuhan tersendiri yang tidak sepenuhnya sama dengan ayam pedaging atau petelur, berikut poin khusus terkait pakan ayam hias:
Contoh Pakan Hias & Kandungan Khas
-
Pakan Aurora 599 dari CPI diluncurkan khusus untuk unggas hias. Pakan ini dirumuskan agar mendukung pertumbuhan bulu, warna, kesehatan pencernaan, serta potensi genetik unggas hias.
-
Ayam hias sering diberi pakan pelet atau crumble dasar, lalu ditambahkan pakan hijauan, bahan protein hewani (ikan, udang, atau cacing), dan aditif warna untuk bulu.
-
Di situs AyamHias.id disebutkan jenis-jenis pakan untuk ayam hias meliputi pelet, jagung kering, pakan berprotein tinggi (kacang, ikan), pakan hijauan (rumput Jepang, daun singkong), pakan tambahan (cacing sutra, sayuran hijau, buah).
Strategi Kombinasi Pakan
-
Gunakan pakan pokok (pelet / crumble) sebagai sumber nutrisi dasar.
-
Tambahkan pakan pelengkap seperti hijauan, dedak, sayuran hijau, atau protein hewani agar ayam mendapatkan nutrisi mikro dan variasi pakan.
-
Pastikan suplemen vitamin, mineral, dan pigmen (jika diperlukan) disesuaikan dosis agar tidak berlebihan.
-
Perhatikan kondisi lingkungan, stres, dan kualitas pakan (bebas jamur) karena ayam hias bisa sangat sensitif terhadap kondisi pakan dan lingkungan.
6. Tips Memilih Pakan yang Tepat & Praktik Baik
Berikut beberapa tips agar pakan yang digunakan benar-benar optimal:
-
Perhatikan label dan kandungan nutrisi — sesuaikan protein, kalsium, fosfor, vitamin, dan mineral berdasarkan jenis ayam (pedaging, petelur, atau hias).
-
Gunakan pakan sesuai fase umur — tidak semua jenis pakan cocok sepanjang usia ayam; ganti ke pakan fase grower, layer, atau pemeliharaan sesuai tahapannya.
-
Pastikan pakan homogen — bahan pakan harus tercampur merata agar ayam tidak memilih bagian tertentu saja.
-
Hindari pakan yang jamuran — jamur menghasilkan toksin yang merusak kesehatan ayam.
-
Beri pakan pelengkap secukupnya — hijauan, sayur, atau protein hewani sebagai suplemen tetapi jangan menggantikan pakan pokok.
-
Pantau performa ayam — berat badan, produksi telur, kualitas bulu, dan kesehatan secara rutin. Jika ada penurunan performa, evaluasi kembali pakan.
-
Konsultasi dengan ahli atau nutrisionis unggas — terutama apabila merancang pakan sendiri atau membeli pakan untuk ayam hias yang sering memiliki kebutuhan unik.
Meskipun semua jenis ayam (pedaging, petelur, hias) memerlukan pakan yang mengandung protein, energi, vitamin, dan mineral, perbedaan utama terletak pada seberapa tinggi proporsi tiap nutrisi dan aditif tambahan:
-
Ayam pedaging memerlukan pakan tinggi protein dan energi dengan kalsium relatif rendah agar bisa tumbuh cepat.
-
Ayam petelur membutuhkan pakan yang lebih moderat protein tapi kaya kalsium dan mineral agar produksi telur optimal.
-
Ayam hias memerlukan keseimbangan antara nutrisi pertumbuhan dan suplemen khusus untuk menjaga kualitas bulu, warna, dan karakteristik estetika ayam.
Dengan memahami perbedaan tersebut, Anda bisa memilih atau meracik pakan yang tepat sesuai jenis ayam yang Anda pelihara, sehingga performa, kesehatan, dan hasil akhirnya akan optimal. Jika Anda ingin contoh pakan racikan, formula spesifik, atau panduan pakan untuk jenis ayam tertentu di daerah Anda, saya siap bantu lebih lanjut! Artikel Selengkapnya…